akibat buruk dari bergadang

Februari 22, 2010 2 komentar

Pengaruh Buruk Pada Kesehatan Akibat Sering Begadang

Pernahkah anda melakukan kegiatan sampai larut malam? baik itu belajar, deadline kerjaan, atau main game. Anda tahu dong ketika memiliki kualitas tidur baik, maka segala aktivitas tubuh dan aktivitas kehidupan sehari-hari akan berjalan lancar. Sebaliknya, jika kualitas tidur buruk, berbagai efek negatif muncul.

Inilah dampak buruk yang bisa anda alami jika waktu tidur anda kurang dari 7-9 jam/hari, dan bila tidur anda tidak nyenyak.

1. Hasrat ngemil makanan berlemak meningkat

Kurang tidur bisa melenyapkan hormon yang mengatur nafsu makan. Akibatnya, keinginan menyantap makanan berlemak dan tinggi karbohidrat akan meningkat. Sehingga menyebabkan Anda menginginkan asupan kalori tinggi. Jika selama 2 malam tidur Anda tidak berkulitas bisa memicu rasa lapar berlebihan. Kondisi ini terjadi karena merangsang hormon ghrelin penambah nafsu makan, dan mengurango hormon leptin sebagai penekan nafsu makan.

Seiring dengan berjalannya waktu, hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan. Dalam penelitian yang dilakukan pada orang kembar identik oleh University of Washington menemukan, mereka tidur 7-9 jam setiap malam, rata-rata indeks massa tubuh 24,8, hampir 2 poin lebih rendah daripada rata-rata Body Mass Index (BMI) mereka yang kurang tidur.

2. Antibodi menjadi lemah

Berdasarkan studi JAMA, mereka yang tidur kurang dari 7 jam per malam bisa 3 kali lebih rentan mengalami rasa dingin. Penelitian lain menemukan, pada pria yang kurang tidur akan mengalami kegagalan untuk menjaga respon imun atau kekebalan tubuh secara normal setelah menerima suntikan flu. Mereka yang kurang tidur, antibodi yang bekerja setelah dilakukan vaksinasi hanya bisa bertahan paling lama 10 hari. Kondisi tersebut sangat berbahaya.

karena itu, perbaiki kualitas tidur, untuk meningkatkan kekebalan tubuh Anda. Jika terlalu sedikit waktu tidur Anda sistem kekebalan tubuh bisa terganggu.

3. Rentan terserang diabetes

Gula adalah bahan bakar setiap sel dalam tubuh Anda. Jika proses pengolahannya terganggu bisa menyebabkan efek buruk. Dalam penelitian yang dilakukan Universitas Chicago, AS, yang meneliti sejumlah orang selama 6 hari, mendapatkan kondisi ini bisa mengembangkan resistansi terhadap insulin, yakni hormon yang membantu mengangkut glukosa dari aliran darah ke dalam sel.

Mereka yang tidur kurang dari 6 jam per malam dalam penelitian 6 hari ini menemukan, terjadi proses metabolisme gula yang tidak semestinya. Akibatnya bisa menyebabkan timbulnya diabetes.

4. Stres meningkat

Studi yang dilakukan Universitas Chicago juga menemukan ‘menutup mata’ kurang dari 7 jam bisa meningkatkan produksi kortisol atau hormon stres. Bahkan pada sore dan malam hari dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah dan glukosa darah sehingga bisa memicu terjadinya hipertensi, penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

5. Memicu rasa gelisah

Rasa gelisah setiap malam pasti akan terus menghantui mereka yang memiliki kualitas tidur buruk. Reaksi tubuh pun bisa menurun. Yang lebih kronis lagi, perasaaan bahagia tidak akan menghampiri hidup mereka yang kurang tidur. “Tidur dan suasana hati diatur oleh zat kimia otak yang sama,” kata Joyce Walsleben, PhD. Hal ini dapat meningkatkan risiko pengembangan depresi, tapi mungkin hanya bagi mereka yang sudah rentan terhadap penyakit.

6. Tampak lebih tua

Mereka yang kurang tidur biasanya memiliki kulit yang pucat dan wajah lelah. “Lebih buruk lagi, peningkatan kadar kortisol dapat memperlambat produksi kolagen yang memicu terjadinya keriput lebih cepat,” kata Jyotsna Sahni, MD, ahli masalah tidur di Canyon Ranch, Tucson.

7. Berbagai rasa sakit bisa timbul

Tidaklah mengherankan, sakit kronis seperti masalah punggung atau arthritis bisa saja terjadi bila Anda melakukan aktivitas tidur yang buruk. Dalam sebuah studi dari John Hopkins Behavioral Sleep Medicine Program, direktur Michael Smith, PhD, membangunkan orang dewasa muda yang sehat selama 20 menit setiap jam selama 8 jam selama 3 hari berturut-turut. Hasilnya, mereka memiliki toleransi sakit yang lebih rendah, dan mudah mengalami nyeri.

8. Risiko kanker lebih tinggi

Olahraga membantu mencegah kanker, tetapi terlalu sedikit memejamkan mata dapat merusak efek pelindungnya. Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health studi meneliti hampir 6.000 wanita selama sekitar satu dekade dan menemukan bahwa penggemar olahraga yang tidur 7 jam atau lebih sedikit per malam memiliki kesempatan lebih besar 50% mengidap kanker daripada mereka yang rutin melakukan senam dan memiliki kualitas tidur yang baik.

Pasalnya, kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan gangguan metabolisme hormonal dan dikaitkan dengan risiko kanker, dan bisa ‘menghapus’ manfaat latihan.

mengenal obat palsu

Februari 22, 2010 1 komentar

Bagaimana Mengenali Obat Palsu

Para pembaca setia doktermuda [dot] com, tentunya kita semua berharap selalu berada dalam kondisi sehat, mungkin suatu ketika kita pernah mengalami sakit, maka disaat inilah kita membutuhkan obat untuk menyembuhkan sakit kita. Nah, obat merupakan barang yang bisa mendatangkan keuntungan, sehingga banyak sekali obat-obatan yang dipalsukan oleh oknum tertentu supaya mendapatkan keuntungan berlipat-lipat. So, berikut ini kami ingin berbagi bagaimana caranya agar kita semua bisa terhindar dari membeli obat palsu. Mengapa ini perlu?

Perlu diketahui bahwa obat merupakan bahan atau zat yang berasal dari tumbuhan, hewan,mineral maupun zat kimia tertentu yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit, memperlambat proses penyakit dan atau menyembuhkan penyakit. Obat ada yang bersifat tradisional seperti jamu, obat herbal dan ada yang telah melalui proses kimiawi atau fisika tertentu serta telah di uji khasiatnya. Nah semua jenis obat ini rawan untuk di palsukan.

Kemudian hal utama terkait dengan obat yaitu dosis obat. Dosis obat harus sesuai agar khasiatnya bisa kita dapatkan. Apa sebenarnya dosis obat? Dosis obat merupakan jumlah atau takaran tertentu dari suatu obat yang memberikan efek tertentu terhadap suatu penyakit atau gejala sakit.Jika dosis terlalu rendah (under dose) maka efek terapi tidak tercapai. Sebaliknya jika berlebih (over dose) bisa menimbulkan efek toksik/keracunan bahkan sampai kematian. Obat palsu sudah dapat di pastikan memiliki dosis yang salah/tidak sesuai. Coba Anda bayangkan kalau seandainya kita minum obat palsu, bagaimana efek yang timbul ?

Oleh karena itu sangat penting sekali kita mengetahui cara agar terhindar dari membeli obat palsu. Berikut ini ada beberapa cara yang dapat Anda terapkan :

1. Beli obat di Apotik atau Toko Obat yang memiliki ijin

Obat-obatan yang ada di apotik biasanya berasal dari distributor obat resmi yang menyediakan obat yang di produksi oleh perusahaan farmasi (Pharmaceutical company). Apotik mempunyai izin yang resmi dari dinas kesehatan setempat dan dibawah pengawasan seorang apoteker, sehingga obat yang didapatkan dari apotik bisa kita jamin kualitas dan keasliannya.Selain di apotik, obat juga bisa didapatkan di toko obat. Namun perlu diperhatikan, dengan semakin menjamurnya toko obat, maka perlu lebih selektif dalam memilih toko obat. Lihat dulu apakah toko obat tersebut memiliki izin pendirian atau tidak dan tanyakan kepada pemilik toko obat dari mana penyediaan obat dari toko tersebut. Hal ini penting untuk menghindari mendapatkan obat palsu. Jadi jangan sekali-sekali membeli obat selain di 2 tempat tersebut : apotik atau toko obat berizin. Ingat!!!

2. Telitilah terhadap obat yang akan kita beli

Obat yang kita beli hendaklah di lihat/perhatikan secara seksama secara teliti. Hal ini untuk membedakan secara fisik apakah obat itu obat palsu atau obat asli. Pertama-tama lihat apakah obat tersebut memiliki nomor register dari BPOM/Badan Pengawas Obat dan Makanan (biasanya disingkat no. reg.). Nomor register terdapat pada kemasan strip atau kotak obat. Kedua perhatikan tanggal kadaluarsanya (biasanya pada kemasan obat tertulis ed/expired date). Cukup dua hal ini saja, mudah bukan.

3. Hati-hati dengan obat berharga murah

Hal berikutnya yang dapat Anda jadikan dasar apakah obat itu asli atau palsu adalah “HARGA OBAT”. Jika perlu lakukan survey harga obat yang akan kita beli terlebih dahulu di beberapa tempat penjualan. Jika untuk obat sama, harganya di suatu tempat ternyata lebih murah dengan perbedaan yang jauh, maka patut di curigai bahwa obat itu adalah palsu. Ingat obat murah belum tentu aman di konsumsi.

Anda bisa tahu sekarang, ternyata cukup mudah untuk membedakan apakah obat tersebut asli atau palsu. Semoga dengan adanya tips di atas Anda semua dapat terhindar dari membeli obat palsu.

info tidur

Februari 22, 2010 2 komentar

Penjelasan Tentang Apnea Tidur Obstruktif atau Sleep Apnoea

Tidur adalah kebutuhan manusia paling pokok yang merupakan sebuah proses fundamental. Tidur didefinisikan sebagai kondisi pelepasan perseptual dari lingkungan yang bersifat sementara dan dapat berulang.

Rata-rata orang meluangkan 6 hingga 8 jam per hari untuk tidur, meski ada juga yang tidur hingga 10 jam per hari atau justru cukup 4 jam per hari. Berarti kita meluangkan hampir sepertiga hari, atau sepertiga hidup, kita untuk tidur, kendati banyak dari kita tidak pernah memikirkan hal tersebut.

Lumba-lumba sebagai mamalia yang cerdas dapat mengistirahatkan separuh otaknya dan mengaktifkan separuh lainnya saat berenang dan mengawasi sekeliling.

Singa tidur sekitar 12 jam per hari, dan mereka dapat melakukan itu karena posisinya yang berada di puncak rantai makanan. Gajah hanya tidur 4 jam per hari, yang mereka lakukan dengan posisi berdiri tegak. Beberapa orang mungkin dapat melakukan hal serupa, tapi kebanyakan orang pasti kesulitan untuk tidur terbalik seperti kelelawar selama 3 bulan sepanjang musim dingin.

Tidur adalah proses aktif.

Kebanyakan kita menganggap tidur sebagai kejadian pasif: kita menutup mata dan semua fungsi jasmaniah kita berhenti.

Tidak seperti keyakinan umum, tidur adalah proses aktif yang melibatkan interaksi kompleks dengan fungsi metabolisme dan aktivitas dalam otak yang tinggi. Tidur terbagi ke dalam 2 fase utama: dream sleep atau tidur lelap (rapid eye movement / REM) dan non-dream sleep atau tidur tidak lelap (non-REM). Dream sleep disebut juga slow-wave sleep (SWS) karena gelombang-gelombang otak melambat hingga mencapai pola yang sangat lambat dan terkoordinasi.

Rata-rata, dream sleep atau tidur lelap meliputi sekitar 25% hingga 30% dari seluruh tidur orang dewasa. Pada anak-anak, dream sleep bisa mencapai 50% dari seluruh tidur malamnya. Penelitian mengenai aktivitas metabolisme otak selama fase tidur dan terjaga menunjukkan bahwa selama fase dream sleep aktivitas metabolisme pada sebagian besar otak meningkat dibandingkan pada fase non-dream sleep atau bahkan fase terjaga.

Mayoritas pakar meyakini bahwa dream sleep sangat penting bagi manusia. Sudah diterima secara luas bahwa dream sleep penting bagi kesehatan, penyegaran ulang memori, peremajaan dan kesiagaan mental. Karenanya, dream sleep vital bagi pikiran dan jasmani manusia. Ada beberapa obat yang bersifat penunjang non-dream sleep dan penggunanya akan cenderung merasa amat lelah dan letargi keesokan harinya. Biasanya mereka menganggap kondisi itu sebagai efek samping obat tersebut. Sebenarnya, kondisi itu adalah akibat kurangnya dream sleep pada malam sebelumnya.

Dream sleep ditandai dengan otak yang sangat aktif sementara badan “lumpuh”. Ini kesempurnaan anugerah Tuhan agar kita tidak memeragakan mimpi (misalnya jika bermimpi bermain bola, kita tidak menendang dan memeragakannya di tempat tidur, yang akan membahayakan teman tidur).

Tapi ini tidak terjadi pada pasien dengan saluran udara yang sempit, karena saluran udara yang sudah sempit itu akan kehilangan ketegangannya selama tidur lelap dan akhirnya kolaps, sehingga saluran udara bagian atas tersumbat, napas terhenti dan masukan oksigen berkurang. Akibatnya, terbentuklah tekanan pada jantung, otak dan organ tubuh lainnya.

Mendengkur dapat didefinisikan sebagai bernapas dengan bersuara selama tidur.

Ternyata mendengkur bukanlah merupakan masalah yang sepele, mendengkur bagi banyak orang diartikan karna tidur yang lelap dan nyenyak padahal tidur mendengkur bisa mengidentifikasikan bahwa si pendengkur memiliki gangguan kesehatan yang pada umumnya adalah penyempitan saluran nafas. Saluran yang menyempit itu apabila dilalui oleh udara akan menimbulkan suara. Sehingga terciptalah suara yang tidak merdu itu.

Bunyi ini ditimbulkan oleh getaran langit-langit lunak (soft palate), uvula, pangkal lidah dan jaringan-jaringan lembut lainnya di tenggorokan saat seseorang menarik napas. Dengkur menunjukkan meningkatnya resistansi aliran udara masuk selama bernapas pada saluran udara bagian atas. Sebanyak 50% hingga 60% populasi laki-laki dewasa, usia antara 30 – 60 tahun, mendengkur.

Mendengkur adalah gangguan sosial. Tetapi gangguan ini dapat menjadi masalah potensial terutama jika mengganggu teman tidur. Mendengkur dapat berujung pada masalah perkawinan, perasaan jengkel dan marah di rumah.

Jika pasien yang mendengkur merasakan gejala kelelahan, kurang konsentrasi, mengantuk pada siang hari, rasa tercekik pada malam hari, berarti dia mengalami masalah medis berat yang disebut Apnea Tidur Obstruktif (OSA, Obstructive Sleep Apnoea).

LANDASAN TEORI

Tidur adalah kebutuhan manusia paling pokok yang merupakan sebuah proses fundamental. Tidur didefinisikan sebagai kondisi pelepasan perseptual dari lingkungan yang bersifat sementara dan dapat berulang.

Rata-rata orang meluangkan 6 hingga 8 jam per hari untuk tidur, meski ada juga yang tidur hingga 10 jam per hari atau justru cukup 4 jam per hari. Berarti kita meluangkan hampir sepertiga hari, atau sepertiga hidup, kita untuk tidur, kendati banyak dari kita tidak pernah memikirkan hal tersebut.

Pengertian

Apnea tidur obstruktif merupakan kelainan tidur yang paling umum. Dampaknya terlihat pada tidur yang terganggu, sering terjaga dan kualitas tidur yang rendah. Kondisi ini serupa dengan yang dalam patofisiologi disebut, dan yang sering kita dengar sehari-hari sebagai, kurang tidur. Saat siang hari, pasien merasa mengantuk berlebihan, konsentrasi rendah, daya ingat turun dan mudah marah. Dalam jangka panjang kondisi ini memiliki konsekuensi medis seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke dan kematian mendadak selagi tertidur.

Obstructive Sleep Apnea (henti nafas saat tidur) adalah gangguan tidur yang ditandai dengan tidur mendengkur (ngorok) dan rasa kantuk berlebih. Dengan penanganan yang tepat, OSA dapat diatasi.

Henti nafas terjadi sebagai akibat dari menyempitnya jalan nafas atas saat tidur. Akibatnya, kadar oksigen dalam darah menurun dan akan memicu otak untuk terbangun sejenak (micro arousal) tanpa terjaga. Ini akan memotong proses tidur sehingga kualitas tidur menjadi buruk. Tak heran jika penderitanya cenderung mengantuk di siang hari.

Sejarah

Konon, pada 1956 ada sebuah kisah menarik yang dibahas oleh dokter bernama CS Burwell bersama rekan-rekannya. Dikisahkan ada seorang businessman berusia 51 tahun. Tubuhnya gemuk dengan berat badan 140 kg dan tinggi badan 150 cm. Suatu saat ketika sedang bermain poker, ia mempunyai 3 kartu As dan 2 kartu King di tangannya. Siapa pun tahu, kartu itu adalah kartu kemenangan. Tak disangka, ia kalah. Dan penyebabnya, ia mengantuk! Terlepas dari kebenarannya, dr Burwell menuangkan kisah itu dalam sebuah artikel berjudul “Extreme Obesity Associated with Alveolar Hypoventilation: A Pickwickian Syndrome”.

Istilah “Pickwickian” merujuk kepada “The Pickwick Papers”, sebuah novel hasil karya Charles Dickens, penulis terkenal itu. Pada 1837, Charles Dickens menulis cerita bersambung mengenai Pickwick Club. Kumpulan cerita bersambung itu kemudian dijadikan sebuah novel berjudul “The Pickwick Papers”. Dalam cerita bersambung itu, Charles Dickens memperkenalkan seorang tokoh bernama Joe. Perawakan Joe digambarkan sebagai seseorang yang gemuk dan hampir selalu mengantuk baik saat menghadiri rapat maupun saat melakukan pekerjaan sederhana seperti mengetuk pintu. Terlebih lagi, ia mempunyai kebiasaan buruk yakni sering mengganggu rapat dengan dengkurannya yang keras.

Karakteristik Joe itulah yang menginspirasi lahirnya istilah pickwickian syndrome, yang di kemudian hari diubah menjadi obstructive sleep apnea (OSA) karena dianggap lebih tepat.

OSA merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang banyak dijumpai, selain merokok. Sama halnya dengan merokok, OSA tidak hanya memberi dampak negatif bagi penderitanya tetapi juga orang lain, dalam hal ini pasangan tidurnya. Dengan dengkuran suara yang keras, tak jarang pasangan tidur merasa terganggu sehingga tidak bisa tidur lelap. Sekilas, masalah ini sepele. Faktanya, hubungan pernikahan bisa retak.

Young dkk dalam Sleep 1997 memperkirakan sebanyak 82% pria dan 93% wanita dengan OSA sedang dan berat tidak terdeteksi. Salah satu penyebab tingginya kasus underdiagnosis/misdiagnosis OSA adalah kurangnya pengenalan para klinisi terhadap OSA. Tidak bisa dipungkiri, sleep medicine kurang banyak diajarkan di bangku kuliah. Celakanya, diperkirakan biaya yang keluar akibat kasus underdiagnosis/misdiagnosis OSA menelan US$ 3,4 milyar per tahun. Belum lagi biaya lain seperti hilangnya waktu produktivitas, kecelakaan, dan lain-lain.

Ada sedikit perbedaan antara sleep apnea dan hypopnea. Dikatakan apnea bila terjadi obstruksi total, sedangkan hipopnea bila obstruksi parsial saluran nafas.

Klasifikasi

Ilmu yang mempelajari tentang tidur, sleep medicine, bisa dikatakan masih menjadi lahan baru di dalam dunia kedokteran. Keinginan untuk membuat klasifikasi gangguan tidur pertama kali diwacanakan dalam sebuah pertemuan yang diadakan oleh Association for the Psychophysiological Study of Sleep pada tahun 1972. Sebagai tindak lanjutnya, dibentuklah Nosology Committee pada tahun 1976.

Tiga tahun berselang (1979), terbitlah klasifikasi gangguan tidur untuk pertama kalinya, yang dikenal dengan The Diagnostic Classification of Sleep and Arousal Disorders setebal 137 halaman. Klasifikasi itu dipublikasikan dalam jurnal Sleep, yang saat itu juga baru dibentuk.

Merasa kurang puas dengan klasifikasi yang sudah ada, American Sleep Disorders Association bekerja sama dengan European Sleep Research Society, Japanese Society of Sleep Research dan Latin American Sleep Society menyusun klasifikasi baru yaitu International Classification of Sleep Disorders (ICSD) pada 1990. Dalam ICSD, gangguan tidur dibagi menjadi 84 jenis berdasarkan patofisiologi.

Lagi, American Academy of Sleep Medicine mengadakan sebuah komite bersama untuk merevisi kembali ICSD pada 2002. Akhirnya, tersusunlah ICSD-2. Dalam ICSD-2, gangguan tidur disusutkan menjadi 8 kategori berdasarkan konsep klinis. OSAHS masuk dalam kategori 2. Berikut klasifikasi kelainan tidur berdasarkan ICSD-2:

1. Insomnia

2. Sleep related breathing disorders

3. Hypersomnias of central origin not due to a circadian rhythm, sleep disorder, sleep related breathing disorder, or other cause of disturbed nocturnal sleep

4. Circadian rhythm sleep disorders

5. Parasomnias

6. Sleep related movement disorders

7. Isolated symptoms, apparently normal variants, and unresolved issues Other sleep disorders

8. Patogenesis

Otot saluran nafas atas memegang peran penting dalam patogenesis OSA. Otot saluran nafas atas dibagi menjadi 3 kelompok yaitu otot yang menyangga tulang hyoid (geniohyoid, sternohyoid), otot lidah (genioglossus), dan otot pada palatum (tensor palatini, levator palatini).

Berdasarkan prinsip kerja, otot-otot tersebut dikelompokkan menjadi otot fasik dan otot tonik. Otot fasik bekerja saat inspirasi dan istirahat saat ekspirasi. Sebaliknya, otot tonik tidak mempunyai siklus seperti itu. Kerja otot tonik tetap konstan sepanjang respirasi.

Salah satu contoh otot fasik yang paling banyak dipelajari adalah genioglossus. Saat inspirasi, tekanan intralumen menjadi negatif guna menyedot udara dari luar ke dalam paru. Tekanan negatif cenderung menyebabkan kolaps otot-otot saluran nafas atas. Di sisi lain, tekanan negatif pula yang mengaktivasi otot fasik (genioglossus) untuk melawan kolaps sehingga jalan nafas tetap terbuka. Ketika ekspirasi, otot fasik tidak teraktivasi.

Mekanisme kerja otot genioglossus dipengaruhi oleh 3 input saraf. Pertama, refleks mekanoreseptor. Tekanan negatif pada saluran nafas mengaktivasi mekanoreseptor yang terletak pada laring. Kemudian, menghantarkan rangsang aferen ke saraf laringeal superior. Selanjutnya, diteruskan ke motorneuron hipoglossus sehingga otot genioglossus berkontraksi membuka jalan nafas.

Kedua, pusat pernafasan (central respiratory pattern generator) di medula. Pusat pernafasan teraktivasi lebih dahulu yakni sekitar 50-100 milidetik sebelum diafragma berkontraksi.

Terakhir, rangsangan neuromodulator (serotonin, asetilkolin, orexin, histamin, norepinefrin) yang mempunyai efek tonik pada motorneuron hipoglossus.

Ketiga mekanisme itu hanya teraktivasi saat keadaan terbangun (wakefullness stimulus). Saat tidur, mekanisme itu mengalami perubahan. Refleks tekanan negatif, misalnya, mengalami penurunan aktivasi selama fase non-REM dan REM, namun tidak mati total. Akibatnya, otot faring mudah kolaps. Pada seseorang yang mengalami OSA, lumen saluran nafas lebih sempit daripada orang normal. Lumen yang sempit mengakibatkan tekanan negatif yang lebih besar sehingga diperlukan tenaga yang lebih besar lagi untuk melawan efek kolaps akibat tekanan negatif itu. Sayangnya ketika pasien OSA tidur, upaya kontraksi genioglossus tidak cukup melawan tekanan negatif itu.

Gejala Klinis

Gejala klinis utama dari OSA adalah mendengkur. Dalam populasi umum, kebiasaan mendengkur dijumpai pada 35-45% pria dan 15-28% wanita. Akan tetapi, tidak semua dari mereka yang mempunyai kebiasaan mendengkur menderita OSA. Sebanyak 70-95% penderita OSA mempunyai kebiasaan mendengkur dan hanya 6% yang tidak. Jadi, bisa disimpulkan bahwa individu yang tidak mendengkur besar kemungkinan tidak menderita OSA.

Gejala lain adalah rasa mengantuk yang berlebihan di siang hari (excessive daytime sleepiness). Keluhan ini perlu dibedakan antara rasa mengantuk yang ’benar’ (keinginan segera untuk tidur) dengan rasa lelah (letargi/malaise). Perlu juga dipikirkan apakah ada obat-obat yang menyebabkan kantuk dan apakah pasien sedang melakukan kerja shift. Dengan menggunakan kuesioner yang sudah tervalidasi, Gottlieb dkk melalui penelitiannya bertajuk Sleep Heart Health Study melaporkan bahwa sebanyak 35% subyek dengan OSA berat (indeks apnea-hipoapnea/IAH ≥30) mengeluh rasa kantuk; begitu juga dengan 21% subyek yang tidak terdiagnosis OSA (IAH 48 cm risiko tinggi.

Dibandingkan wanita, pria lebih berisiko tinggi mengalami OSA. Alasannya masih belum jelas. Hal itu mungkin berhubungan dengan pengaruh hormonal. Teori itu didukung dengan penemuan bahwa wanita postmenopause lebih berisiko mengalami OSA daripada premenopause. Pemberian hormon replacement therapy ternyata bisa memperbaiki gejala OSA.

Usia juga dikatakan turut mempengaruhi OSA. Prevalensi OSA lebih tinggi pada usia tua daripada usia muda.

Faktor keturunan (famili) pada OSA pertama kali disinggung oleh Strohl dkk dalam N Engl J Med 1978. Berbagai studi skala besar mengkonfirmasi adanya faktor genetik pada OSA. Redline dkk dalam Am J Respir Crit Care Med 1995 memaparkan, keturunan pertama dari pasien OSA lebih berisiko mengalami OSA di kemudian hari daripada keturunan pertama dari pasien sehat. Analisis segregasi pada Cleveland Family Study 2002 menunjukkan bahwa 35% dari variasi gejala klinis OSA berkaitan dengan faktor genetik. Mulai terkuaknya pengaruh genetik pada OSA tentu memberi kabar baik dan perlu dikaji lebih lanjut agar dapat dilakukan pencegahan lebih dini.

Resiko OSA juga dapat dipicu dengan kebiasaan merokok dan minum alkohol. Asap rokok memicu inflamasi dan kerusakan mekanik dan saraf pada saluran nafas atas, serta meningkatkan risiko kolaps otot-otot faring selama tidur. Kebiasaan minum alkohol terbukti pula memicu terjadinya apneu pada individu normal atau asimtomatik. Alkohol memperpanjang durasi apnea dan memperberat hipoksemia. Mekanisme alkohol dalam memicu atau memperburuk kolaps otot faring belum diketahui. Percobaan pada hewan dan manusia menunjukkan bahwa alkohol mengurangi respiratory motor output pada saluran nafas atas, dan mengakibatkan hipotonia pada otot orofaring.

Pemeriksaan

Tahapan pertama adalah dengan membicarakan masalah Anda dengan dokter, untuk mengetahui kemungkinan gangguan tidur yang diderita.

Jika perlu, Anda harus melakukan pemeriksaan Polisomnografi di laboratorium tidur.

Alternatif lain dari polisomnografi adalah dengan apnea screening yang lebih murah namun jauh kurang lengkap sehingga pada beberapa kasus akhirnya pasien harus diperiksakan lagi dengan polisomnografi lengkap.

Perawatan

Standar internasional perawatan OSA adalah dengan menggunakan nasal continuous possitive airway pressure (CPAP.) Prinsip kerjanya adalah meniupkan udara bertekanan positif untuk membuka penyempitan jalan nafas.

Penggunaannya amatlah mudah. Namun demikian penderita harus melewati tahap tertentu yang bernama CPAP trial. Tahapan ini amat penting untuk mengetahui besarnya tekanan yang diperlukan, sebaran tekanan dan juga kenyamanan pemakaian. Yang paling penting adalah evaluasi mengenai seberapa jauh keluhan pasien berkurang.

Alternatif lain adalah dengan jalan pembedahan ataupun penggunaan alat bantu yang dikenakan di dalam mulut.

Dengan berkembangnya teknologi kedokteran, beberapa prosedur THT pun dapat dilakukan pada penderita OSA. Salah satu yang termuktahir adalah dengan celon radio-frequency yang amat aman dan nyaman. Kebanyakan prosedur ini bahkan dapat dilakukan satu hari tanpa perlu rawat inap.

Semua tahapan terapi dapat dilakukan di bawah satu atap. Bahkan beberapa pasien yang memerlukan kombinasi antara tindakan THT dan penggunaan CPAP dapat dengan nyaman melakukannya di klinik gangguan tidur.

1. 5. Resiko OSA bagi Kesehatan

a) Satu dari tiga penderita hipertensi juga menderita OSA dan 80% penderita hipertensi yang resisten terhadap pengobatan juga menderita OSA.

b) Setengah dari jumlah penderita payah jantung kongestif juga menderita OSA.

c) Penderita OSA mempunyai resiko 7 kali lebih banyak untuk terserang stroke.

d) Penderita OSA juga mempunyai resiko 7 kali lipat untuk mengalami kecelakaan lalu lintas.

e) 60%-70% pasien Diabetes tipe 2 juga menderita OSA.

Akibat

Karena proses tidur yang terpotong-potong, penderita sleep apnea akan selalu berada dalam kondisi kurang tidur, walaupun sebenarnya telah tidur cukup lama. Mereka akan merasa lelah, mudah emosi, sulit berkonsentrasi dan mengantuk. Bayangkan saja bagaimana rasanya jika kita tadi malam hanya tidur 2 jam. Persis seperti itulah yang dirasakan penderita sleep apnea. Hanya saja, kita mengalaminya setelah kurang tidur, sedangkan pendengkur akan merasakannya setiap hari. Tentu saja kondisi ini akan mengurangi kualitas hidup dan produktivitas sehari-hari. Khusus bagi yang setiap hari mengendara dan mengoperasikan alat-alat berat, kondisi ini akan menjadi amat berbahaya. Bukan saja karena kantuk, tetapi justru karena kemampuan refleks yang berkurang.

Namun, bahaya sesungguhnya dari sleep apnea adalah penyakit-penyakit lanjutannya. Sleep apnea sudah diakui menjadi salah satu penyebab hipertensi, gangguan jantung, diabetes dan stroke. Hingga tak heran jika di negara-negara maju, tata laksana penyakit-penyakit itu sudah memasukkan pemeriksaan dan perawatan sleep apnea.

Hipertensi misalnya, sejak tahun 2003, Joint National Committe on Hypertension mengeluarkan dokumen petunjuk tata laksana hipertensi yang dikenal dengan JNC VII. Dalam kartu tersebut terdapat bagan perawatan hipertensi, dan penyebab hipertensi yang pertama adalah sleep apnea. Jangan heran nanti jika Anda didiagnosa dengan hipertensi, dokter juga akan menanyakan tentang kebiasaan mendengkur. Sementara sejak Februari 2008, International Diabetes Federation sudah menganjurkan agak penderita diabetes turut ditanyakan tentang kebiasaan mendengkur.

Hubungan antara sleep apnea dan penyakit-penyakit tersebut, berkaitan dengan episode bangun singkat yang terjadi sepanjang malam. Akibat dari proses tidur yang terpotong-potong, sistem saraf simpatis turut tinggi aktivitasnya sehingga meningkatkan tekanan darah, denyut jantung dan menyebabkan gangguan metabolisme berupa meningkatnya kadar gula dan kekentalan darah.

OSA dan Kualitas Hidup

Penderita OSA selalu berada dalam kondisi kurang tidur walaupun sebenarnya telah tidur cukup lama. Ini disebabkan proses tidur yang terpotong-potong akibat periode henti nafas singkat yang terjadi setiap kali nafas terhenti.

Jika seseorang menderita OSA, ia akan mempunyai resiko mengalami kecelakaan kerja maupun lalu lintas dua kali lipat lebih besar. Sebuah penelitian lainnya bahkan menyatakan bahwa OSA dianggap sebagai salah satu kriteria seseorang tidak mampu bekerja. Tidak jarang penderita OSA tidak berani lagi mengendara akibat dianggap punya hobi ‘nabrak’.

Penderita OSA sering kali harus berusaha keras agar tetap terjaga di saat bekerja. Banyak juga penderita OSA dicap sebagai pemalas akibat rasa kantuk berlebih yang menderanya.

OSA dan Diabetes

OSA berhubungan dengan glucose intolerance dan insulin resistance, sehingga dianggap turut berperan mengembangkan diabetes. Berkurangnya kadar oksigen dan periode bangun singkat (micro arousal) akibat sleep apnea turut menjembatani terjadinya gangguan metabolisme.

Sebuah penelitian oleh Resnick dan kawan-kawan di tahun 2003 menyatakan bahwa 58% dari penderita diabetes tipe dua juga menderita OSA.

Beberapa penelitian lain menunjukkan bahwa dengan penggunaan CPAP pada penderita OSA yang juga menderita diabetes akan mengakibatkan perbaikan sensitivitas terhadap insulin dan penurunan kadar gula darah secara berarti.

OSA, Hipertensi dan Penyakit Kardiovaskuler

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa hipertensi berkaitan erat secara independen dengan OSA. Periode bangun singkat (micro arousal) akan meningkatkan sistem syaraf simpatis yang pada gilirannya akan meningkatkan tekanan darah. OSA juga menyebabkan jantung harus bekerja berat pada suasana rendah oksigen di saat tidur. Akibatnya penderita OSA juga rentan menderita berbagai gangguan jantung.

Lebih dari 35% penderita OSA juga menderita hipertensi. 83% penderita hipertensi juga menderita OSA.

80% pasien dengan hipertensi yang resisten terhadap pengobatan juga menderita OSA.

Penelitian lainnya menunjukkan bahwa OSA meningkatkan resiko seseorang menderita penyakit kardiovaskuler hingga lima kali lipat, terlepas dari usia, kegemukan, kebiasaan merokok maupun tekanan darahnya.

Dua penelitian berbeda dilakukan pada pasien OSA yang juga menderita hipertensi. Dengan menggunakan CPAP terdapat rata-rata penurunan tekanan darah sebesar 10 mmHg. Sementara Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure di tahun 2003 menyebutkan OSA sebagai penyebab hipertensi yang utama.

OSA dan Stroke

Berbagai penelitian kini mengemukakan hubungan antara OSA dan stroke. Sebuah penelitian oleh Bassetti dan kawan-kawan menyatakan bahwa pendengkur mempunyai resiko dua kali lipat untuk terkena stroke dibanding yang tidak mendengkur.

OSA menyebabkan peningkatan resiko seseorang untuk menderita stroke lewat beberapa mekanisme, antara lain: hipertensi, disfungsi endotel, inflamasi dan aterosklerosis, hiperkoagulasi, aterogenesis dan trombosis.

Penderita stroke yang juga menderita OSA, mengalami kesulitan dalam proses pemulihan paska stroke. Dengan rasa kantuk berlebih yang disebabkan oleh OSA, penderita stroke seolah tak bertenaga dan tak mempunyai motivasi untuk melakukan latihan-latihan fisioterapi yang dibutuhkan demi pemulihan fungsi-fungsi ototnya.

OSA dan Sosial Ekonomi

OSA berdampak amat luas, selain pada kesehatan, OSA juga berkaitan erat dengan hubungan sosial dan kondisi perekonomian seseorang. Bayangkan beban ekonomi seseorang yang harus berulang kali ke dokter atau dirawat di rumah sakit akibat hipertensi, gangguan jantung, diabetes hingga stroke yang harusnya dapat diperingan jika saja OSA-nya dirawat. Tak heran, jika asuransi di negara-negara maju memilih untuk mengganti semua biaya pemeriksaan dan perawatan OSA.

Penderita OSA, sering kali kita dapati dalam kondisi emosional yang labil hingga rentan untuk terkena depresi. Ini dipicu oleh ‘kondisi kurang tidur’ yang dideritanya. Sementara itu, penggunaan CPAP sebagai terapi terbukti memperbaiki status emosional dan gejala-gejala depresi yang terdapat pada penderita OSA.

Secara ekonomi, OSA juga amat memberatkan penderitanya. Ini disebabkan oleh berbagai penyakit yang berkaitan dengan OSA, terutama hipertensi dan penyakit-penyakit kardiovaskuler lainnya.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa penderita OSA, dalam waktu 10 tahun sebelum terdiagnosa, membutuhkan berbagai pelayanan kesehatan hingga dua kali lipat dibanding yang tidak menderita OSA. Sementara, penelitian yang sama juga menunjukkan bahwa penderita OSA mengalami rawat inap di rumah sakit hingga dua kali lebih lama dibanding yang tidak. Akibatnya pasien pun harus mengeluarkan biaya hingga dua kali lipat. Sedangkan, setelah dirawat, pengeluaran untuk perawatan kesehatan berkurang hingga setengahnya.

Penelitian lainnya menunjukkan manfaat penggunaan CPAP pada penderita OSA. Dalam dua tahun sebelum perawatan dengan CPAP, pasien OSA memerlukan 413 hari perawatan di RS, selanjutnya ia hanya dirawat 54 hari di RS dalam dua tahun setelah menggunakan CPAP. Sementara pasien yang tidak menggunakan CPAP justru mengalami peningkatan jumlah rawat inap di RS, dari 137 hari sebelum perawatan menjadi 188 hari setelah perawatan.

info sehat

Februari 22, 2010 Tinggalkan komentar

Memilih Diet yang Sehat dengan Buah-Buahan

SAAT ini banyak program diet yang menawarkan hasil tubuh sehat dan langsing. Namun, hati-hati dalam memilih program diet yang tepat, karena impian tubuh sehat dan langsing bisa hilang akibat salah memilih program diet.

Dalam memilih program diet, membatasi konsumsi satu kelompok makanan tertentu seperti hanya mengonsumsi buah dan sayur saja juga tidak sehat. Karena tubuh akan kekurangan zat lainnya yang diperlukan seperti protein, karbohidrat, dan lainnya. Oleh karena itu, diet dengan buah-buahan juga harus diimbangi asupan nutrisi lainnya.

Mengonsumsi buah-buahan

Salah satu program diet yang aman bagi tubuh adalah diet dengan lebih banyak mengonsumsi sayuran dan buah segar. Program ini jauh lebih baik karena dari sayuran dan buah segar banyak ditemukan fiber atau serat sebagai komponen makanan yang penting untuk diet. Konsumsi buah dan sayuran dalam jumlah tinggi itu dapat pula menghindarkan manusia dari serangan jantung dan kanker.

Daftar 10 buah-buahan yang bermanfaat bagi kesehatan dan kandungan nutrisinya:

Apel

Apel mengandung karbohidrat terutama ketika sedang tumbuh dan kaya pectin (sejenis serat). Apel mengandung flavonol yang disebut quercetin yang dalam beberapa penelitian memiliki bahan antikanker. Quercetin juga mengandung bahan antiradang sehingga bermanfaat bagi penyakit seperti arthritis. Sedangkan kandungan gizinya, apel mengandung vitamin C tapi tidak sebanyak buah jeruk.

Stroberi

Stroberi mengandung ellagic acid sebagai antioksidan. Dalam beberapa penelitian ellagic acid terbukti dapat menghalangi pertumbuhan tumor dalam paru-paru, osephagus, payudara, cervix dan lidah. Sebagai obat tradisional, stroberi diyakini memiliki antibakteri dan digunakan sebagai pembersih sistem pencernaan. Stroberi banyak mengandung vitamin C.

Pisang

Pisang merupakan sumber vitamin B6 yang dibutuhkan untuk membuat serotonin dalam otak. Serotonin berfungsi mengurangi rasa sakit, menekan nafsu makan, dan membuat merasa relaks dan mengurangi ketegangan. Sebagai obat tradisional, pisang digunakan untuk menyembuhkan bisul perut. Tidak seperti buah-buahan lain, pisang mengandung banyak karbohidrat, sedikit mengandung karotin dan vitamin C namun kaya potasium.

Melon

Melon mengandung gula yang tinggi dan lycopene yang berfungsi sebagai antikanker. Melon merah dan oranye juga mengandung carotenoid yang dapat melindungi sel tubuh terhadap kerusakan radikal bebas dan dapat juga diubah menjadi vitamin A dalam tubuh. Melon merupakan sumber carotenoid dan juga mengandung vitamin C.

Jeruk

Jeruk mengandung phytochemical yang disebut hesperidin yang berfungsi sebagai antioksidan. Jeruk juga sumber pectin yang berfungsi menurunkan tekanan darah dan termasuk buah rendah serat namun sumber vitamin C dan folate.

Mangga

Mangga mengandung carotenoid yang disebut beta crytoxanthin, sebuah antioksidan yang dapat melindungi terhadap beberapa jenis kanker seperti kanker usus dan kanker tulang tengkuk. Mangga termasuk buah yang kaya carotenoid, serat, dan vitamin C.

Kiwi

Kiwi mengandung pigmen yang disebut chlorophyll yang memberikan buah tersebut warna hijau. Kiwi dapat diubah menjadi sebuah senyawa yang memiliki kemampuan mengikat kanker. Satu buah kiwi sudah cukup untuk memenuhi persyaratan konsumsi vitamin C orang dewasa.

Plum

Plum mengandung phytochemical yang disebut ferulic acid, yang memiliki senyawa antikanker. Penelitian menujukkan banyak konsumsi ferulic acid dapat membantu menurunkan risiko kanker usus. Plum merupakan buah yang kaya serat dan potasium.

Anggur

Kulit anggur mengandung phytochemical yang disebut resveratrol yang terbukti dapat meningkatkan kesehatan jantung, antikanker, antibakteri, dan mengandung antioksidan. Anggur memiliki kandungan serat dan vitamin C yang rendah.

Nanas

Nanas mengandung enzim bromelain yang memiliki kemampuan untuk menguraikan protein. Nanas sering dipakai sebagai bahan pelunak daging selain berguna membantu pencernaan, menguraikan pembekuan darah, mencegah sinusitis, dan infeksi saluran kencing. Nanas merupakan sumber vitamin C dan serat serta mengandung kadar gula yang tinggi.

Lima kesalahan yang biasa dilakukan saat melakukan program diet

1. Menjarangkan makan pagi

Sarapan dengan memilih makanan tepat di pagi hari sangat penting bagi tubuh untuk menyuplai energi yang diperlukan untuk menghadapi rutinitas pagi agar terhindar dari mengonsumsi makanan ringan bergula atau berlemak ketika merasa lapar.

2. Makanan bebas lemak berlebihan

Sebenarnya makanan bebas lemak tidak berarti makanan itu mengandung kalori rendah.

3. Konsumsi salad

Salad mengandung kalori yang tinggi seperti halnya hamburger apalagi bila sayuran itu ditutupi dengan keju, roti kering, dan kuah berlemak tinggi.

4. Memilih jus dibanding apel atau jeruk

Mengonsumsi buah-buahan segar jauh lebih baik karena banyak ditemukan fiber atau serat sebagai komponen makanan yang penting untuk diet.

5. Mengetatkan konsumsi kalori

Rata-rata tubuh membutuhkan 1.200 sampai 1.500 kalori setiap hari untuk bisa berfungsi. Jika dilakukan pengetatan kalori, akan memperlambat metabolisme tubuh yang berakibat menimbulkan masalah kesehatan seperti anemia.

* buah diet
* Diet utk kesehatan dari buah2an
* penjelasa buah dan sayur yang mengandung vitamin
* Vitamin buat diet

TAUKAH KAMU I

Februari 20, 2010 Tinggalkan komentar

I

AKUPRESTUR

Februari 20, 2010 2 komentar

Akupresur adalah salah satu bentuk fisioterapi dengan memberikan pemijatan dan stimulasi pada titik-titik tertentu pada tubuh. Berguna untuk mengurangi bermacam-macam sakit dan nyeri serta mengurangi ketegangan, kelelahan dan penyakit. Salah satu bentuk dari pembedahan dengan menusukkan jarum-jarum ke titik-titik tertentu di badan, akupresur menyembuhkan sakit dan nyeri yang sukar disembuhkan – nyeri punggung, spondilitis, kram perut, gangguan neurologis, artritis dll. Pada titik-titik penekanan ini, lebih dari 1000 darinya sebenarnya merupakan syaraf kecil dengan diameter kurang lebih satu sentimeter, dengan kedalaman yang bervariasi antara seperempat hingga beberapa inci yang menempel atau dekat dengan otot atau tendon. Titik-titik akupresur terletak pada kedua telapak tangan begitu juga pada kedua telapak kaki. Di telapak kita terdapat titik akupresur untuk JANTUNG, PARU, GINJAL, MATA, HATI, KELENJAR TIROID, PANKREAS, SINUS DAN OTAK. Jika Anda tidak mengetahui secara tepat di mana titik -titik itu secara tepat di tangan Anda maka tepukkanlah tangan Anda selama dua menit dan tangan Anda akan mendapatkan tekanan yang diperlukan. Beberapa Shadus (Saint dari India) mengatakan bahwa saat menyanyikan lagu-lagu kebaktian pada Dewa terdapat ritual menepukkan tangan, di India ini diperkenalkan oleh orang-orang suci untuk menstimulasi titik titik ini (akupresur).

METODE SUKBAK

Februari 20, 2010 Tinggalkan komentar

SDFHS

VIII DIATNOSA

Februari 20, 2010 Tinggalkan komentar

REFLEKSI

Februari 20, 2010 Tinggalkan komentar

Jakarta, Sinar Harapan

Ruangan itu penuh sesak dengan keingintahuan saat Hembing Wijayakusuma, seorang dokter yang populer dengan terapi tradisionalnya, mempresentasikan masalah sejarah terapi pijat refleksi kaki. Sambil menunjuk sebuah layar OHP yang menampilkan gambar pada relief makam kuno Mesir, sang profesor mengatakan bahwa terapi refleksi telapak kaki dan tangan telah dikembangkan di Mesir sejak tahun 2330 Sebelum Masehi.
Seakan memastikan bahwa terapi pijat refleksi terbukti ampuh sejak berabad-abad lalu, Hembing kembali menampilkan foto seorang laki-laki Tiongkok dalam tampilan layar hitam putih yang tengah menikmati pijat refeleksi pada kakinya. “Masyarakat Tiongkok telah memanfaatkan terapi pijat refleksi sejak ribuan tahun lalu,” ujar Hembing di depan ratusan peserta yang hadir dalam peluncuran bukunya di Jakarta pekan lalu.
Namun, tambah Hembing, karena masyarakat Tionghoa saat itu bersikap sangat tertutup sehingga ilmu ini tidak berkembang. Padahal, secara praktek dapat dibuktikan bahwa terapi pijat memiliki efektifitas cukup tinggi. Bukan hanya melancarkan peredaran darah, tapi juga menambah energi karena secara mekanistis memiliki kemampuan melatih saraf dan otot tubuh sehingga tubuh lebih fit dan mampu menangkal penyakit.
Sejumlah penyakit disebut oleh Hembing bisa disembuhkan melalui pijat refleksi. Mulai dari penyakit ringan seperti pusing, pegal-pegal, dan perut mulas hingga penyakit berat seperti jantung dan kanker. “Seorang pasien penyakit jantung yang sudah divonis dokter bahwa jantungnya harus di-bypass, terbukti bisa sembuh dengan pijat refleksi,” ujar Hembing.
“Iming-iming” menyembuhkan berbagai penyakit lewat pijat refleksi memang menggiurkan. Apalagi, menurut Hembing, teknik ini sebenarnya bisa dilakukan sendiri, jauh lebih menghemat kocek dibanding mesti pergi ke ahli terapi pijat. Namun tentu saja, “iming-iming” ini tak semudah membalik telapak tangan. Tak semua orang bisa menikmati kemanjuran pijat refleksi meski membaca buku yang sama atau “menimba ilmu” pada satu guru. “Pijat refleksi manjur jika dilakukan pada titik yang tepat dan menggunakan teknik yang benar,” jelas Hembing.
Jadi kalau sedikit saja titik yang dipijat meleset, maka efek yang akan didapatkan akan berbeda. Salah-salah malah bertolak belakang. Hal ini pula yang diungkap Prof. Usman Tambunan, peneliti pengembangan obat dari Universitas Indonesia, yang berbicara dalam forum yang sama.
Menurut Usman, sebuah buku yang sengaja dibuat untuk tuntunan pijat refleksi sendiri mestinya dibuat dengan detil dan jelas. Para pembaca harus mengetahui benar titik mana yang dijelaskan oleh buku tersebut. Jika informasi mengenai titik pijat ini kurang jelas maka praktek pijat refleksi pun akan sulit dilakukan dan membawa dampak yang tidak diinginkan.
Perlu diketahui, sesuai dengan teori zone yang dikembangkan Dr. Edwin Bowers, tubuh manusia memiliki 10 zone Zone-zone tersebut tidak hanya berjalan memanjang tetapi juga menembus melalui tubuh. Sehingga satu jalur zone yang terdapat di bagian depan dapat juga dicapai dari tubuh bagian belakang. Setiap organ yang terletak pada jalur yang sama dinyatakan satu saluran energi kehidupan yang sifatnya abstrak.
Pijatan pada salah satu zone di jari kaki akan berpengaruh pada bagian tubuh yang sejalur dalam zone tersebut. Inilah yang membuat pijat refleksi kaki dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit yang dialami organ tubuh. (san)

Dikutip dari : sinarharapan.co.id

MAKANAN YANG AMAN BAGI PENDERITA MAAG

Februari 8, 2012 Tinggalkan komentar

wrwb

Seperti biasa takkan bosan saya mengucapkan Salam Hangat dan Hormat, buat pengunjung yg Insya Allah  selalu di rahmati Allah untuk kali ini saya akan membahas MAKANAN YANG AMAN BAGI PENDERITA MAAG  
Jika Anda dinyatakan positif menderita sakit maag, sebaiknya kenali jenis-jenis makanan yang tidak mengganggu maag Anda. Kuncinya, makanlah dalam posrsi kecil dengan frekuensi yang sering dan oleh karena itu penderita maag untuk mempertimbangkan makanan yang dapat mengurangi serangan nyeri lambung, seperti kentang, pisang, brokoli, kol, dan bubur. Selain dapat menetralisir asam lambung, makanan tersebut juga dapat memberi rasa kenyang yang lebih lama.

Kentang adalah sumber karbohidrat
yang baik dan mampu memberikan rasa kenyang yang cukup lama. Bubur kentang atau jus kentang yang bersifat basa di pagi hari bermanfaat untuk menetralisir asam lambung sebelum Anda menyantap makanan lain.

Pisang Masak
adalah salah satu jenis buah-buahan yang mengandung kalium, selain melon, pepaya dan tomat. Kalium yang dikandung dalam buah-buahan tersebut bermanfaat menyeimbangkan pH (derajat keasaman) di dalam lambung. Pisang juga mampu memberi rasa kenyang sehingga amat baik dikonsumsi di antara waktu makan. Selain itu, pisang juga kaya akan potasium yang mampu menormalkan peningkatan tekanan darah akibat serangan stres.

Brokoli
merupakan sumber kalium dan sulfur yang baik. Sulfur mampu berperan sebagai antioksidan pelindung lapisan dalam kulit lambung. Brokoli juga kaya akan vitamin C yang baik untuk memelihara stamina tubuh. Makanan lain yang mengandung sulfur adalah bawang merah dan bawang putih.

Bubur Ayam
bagi penderita sakit maag akut sangat berguna untuk mencegah dan meringankan serangan rasa sakit. Sebaiknya hindari sate jeroan yang sulit dicerna, namun sebagai penambah rasa boleh ditambahkan telur rebus, kecap dan sedikit kerupuk.

Lidah Buaya bermanfaat meredakan panas
dalam dan mempercepat penyembuhan luka. Kandungan saponinnya mempunyai kemampuan antiseptik, sedangkan kandungan antrakuinon dan kuinonnya berkhasiat sebagai antibiotik, penghilang rasa sakit dan merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Selain itu, kandungan mukopolisakarida di dalam lidah buaya juga berguna untuk memulihkan radang, termasuk radang saluran pencernaan dan arthritis.

Kol
, meski banyak dijauhi karena mengandung gas, banyak ahli kesehatan yang justru memanfaatkan kol untuk mengatasi penyakit maag. Menurut Dr. Michael T. Murray, ahli naturopati dari Bellevue Washington, kol mengandung asam amino glutamin yang dapat meningkatkan aliran darah ke perut, memberikan nutrisi bagi sel dalam lambung, membantu melindungi lapisan perut, dan mengobati luka pada saluran pencernaan. Mengenai konsumsi kol ini, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda.

Permen Karet
menurut Dr. David C. Metz, guru besar pengobatan divisi gastroenterologi University of Pennsylvania Health System di Philadelphia, aktivitas mengunyah bisa merangsang produksi air liur yang bersifat basa sehingga mampu menetralisir asam lambung. Selain itu, bertambahnya produksi air liur juga dapat meningkatkan upaya pembersihan lambung.
Nah di lain kesempatan saya akan membahas lagi soal yang berkaitan denagn penyakit maag Insya Allah  dan Saya tak akan bosan pula untuk meninta anda menyampaikan tulisan ini pada  teman atau kerabat tentang tips MAKANAN YANG AMAN BAGI PENDERITA MAAG sampaikan cara ini…. ! karna saya yakin sebaik baiknya ilmu adalah ilmu yang bermanfaat, dan jika terdapat kebenaran dalam tulisan ini itu semata-mata karena Allah dan jika terdapa kesalahan hal itu datangnya hanya dari diri saya.SEMOGA ALLAH SENANTIASA MENJAGA NIAT DAN ILMU YANG KITA PELAJARI amin.
Sumber  : Tabloyd Nova
By.puskesmat

Was’salamualaikum wrwb

Kategori:Uncategorized

Info Cacar Air

Februari 8, 2012 Tinggalkan komentar
 Assalamualaikum wrwb

Seperti biasa takkan bosan saya mengucapkan Salam Hangat Dan Hormat, buat pengunjung yg Insya Allah  selalu di rahmati Allah untuk kali ini saya akan membahas Cacar Air

DEFINISI Cacar Air (Varisela, Chickenpox) adalah suatu infeksi virus menular yang menyebabkan ruam kulit berupa sekumpulan bintik-bintik kecil yang datar maupun menonjol, lepuhan berisi cairan serta keropeng, yang menimbulkan rasa gatal.
PENYEBAB
Penyebabnya adalah virus varicella-zoster.
Virus ini ditularkan melalui percikan ludah penderita atau melalui benda-benda yang terkontaminasi oleh cairan dari lepuhan kulit.
Penderita bisa menularkan penyakitnya mulai dari timbulnya gejala sampai lepuhan yang terakhir telah mengering. Karena itu, untuk mencegah penularan, sebaiknya penderita diisolasi (diasingkan).
Jika seseorang pernah menderita cacar air, maka dia akan memiliki kekebalan dan tidak akan menderita cacar air lagi. Tetapi virusnya bisa tetap tertidur di dalam tubuh manusia, lalu kadang menjadi aktif kembali dan menyebabkan herpes zoster.
GEJALA
Pada anak-anak yang berusia diatas 10 tahun, gejala awalnya berupa sakit kepala, demam sedang dan rasa tidak enak badan. Gejala tersebut biasanya tidak ditemukan pada anak-anak yang lebih muda, gejala pada dewasa biasanya lebih berat.
24-36 jam setelah timbulnya gejala awal, muncul bintik-bintik merah datar (makula). Kemudian bintik tersebut menonjol (papula), membentuk lepuhan berisi cairan (vesikel) yang terasa gatal, yang akhirnya akan mengering. Proses ini memakan waktu selama 6-8 jam. Selanjutnya akan terbentuk bintik-bintik dan lepuhan yang baru.
Pada hari kelima, biasanya sudah tidak terbentuk lagi lepuhan yang baru, seluruh lepuhan akan mengering pada hari keenam dan menghilang dalam waktu kurang dari 20 hari.
Papula di wajah, lengan dan tungkai relatif lebih sedikit; biasanya banyak ditemukan pada batang tubuh bagian atas (dada, punggung, bahu). Bintik-bintik sering ditemukan di kulit kepala.
Papula di mulut cepat pecah dan membentuk luka terbuka (ulkus), yang seringkali menyebabkan gangguan menelan. Ulkus juga bisa ditemukan di kelopak mata, saluran pernafasan bagian atas, rektum dan vagina.
Papula pada pita suara dan saluran pernafasan atas kadang menyebabkan gangguan pernafasan.
Bisa terjadi pembengkaan kelenjar getah bening di leher bagian samping.
Cacar air jarang menyebabkan pembentukan jaringan parut, kalaupun ada, hanya berupa lekukan kecil di sekitar mata.
Luka cacar air bisa terinfeksi akibat garukan dan biasanya disebabkan oleh stafilokokus.
KOMPLIKASI
Anak-anak biasanya sembuh dari cacar air tanpa masalah. Tetapi pada orang dewasa maupun penderita gangguan sistem kekebalan, infeksi ini bisa berat atau bahkan berakibat fatal.
Adapun komplikasi yang bisa ditemukan pada cacar air adalah:
- Pneumonia karena virus
- Peradangan jantung
- Peradangan sendi
- Peradangan hati
- Infeksi bakteri (erisipelas, pioderma, impetigo bulosa)
- Ensefalitis (infeksi otak).
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan ruam kulit yang khas (makula, papula, vesikel dan keropeng).
PENGOBATAN
Untuk mengurangi rasa gatal dan mencegah penggarukan, sebaiknya kulit dikompres dingin. Bisa juga dioleskan losyen kalamin, antihistamin atau losyen lainnya yang mengandung mentol atau fenol
- kulit dicuci sesering mungkin dengan air dan sabun
- menjaga kebersihan tangan
- kuku dipotong pendek
- pakaian tetap kering dan bersih.
Kadang diberikan obat untuk mengurangi gatal (antihistamin).
Jika terjadi infeksi bakteri, diberikan antibiotik.
Jika kasusnya berat, bisa diberikan obat anti-virus asiklovir.
Untuk menurunkan demam, sebaiknya gunakan asetaminofen, jangan Aspirin.
Obat anti-virus boleh diberikan kepada anak yang berusia lebih dari 2 tahun. Asiklovir biasanya diberikan kepada remaja, karena pada remaja penyakit ini lebih berat. Asiklovir bisa mengurangi beratnya penyakit jika diberikan dalam wakatu 24 jam setelah munculnya ruam yang pertama.
Obat anti-virus lainnya adalah vidarabin.
PENCEGAHAN
Untuk mencegah cacar air diberikan suatu vaksin.
Kepada orang yang belum pernah mendapatkan vaksinasi cacar air dan memiliki resiko tinggi mengalami komplikasi (misalnya penderita gangguan sistem kekebalan), bisa diberikan immunoglobulin zoster atau immunoglobulin varicella-zoster.
Vaksin varisela biasanya diberikan kepada anak yang berusia 12-18 bulan.

Nah di lain kesempatan saya akan membahas lagi soal yang berkaitan denagn penyakit maag Insya Allah dan Saya tak akan bosan pula untuk meninta anda menyampaikan tulisan ini pada  teman atau kerabat tentang tips MAKANAN YANG AMAN BAGI PENDERITA MAAG sampaikan cara ini…. ! karna saya yakin sebaik baiknya ilmu adalah ilmu yang bermanfaat, dan jika terdapat kebenaran dalam tulisan ini itu semata-mata karena Allah dan jika terdapa kesalahan hal itu datangnya hanya dari diri saya.SEMOGA ALLAH SENANTIASA MENJAGA NIAT DAN ILMU YANG KITA PELAJARI amin.
Sumber  : Tabloyd Nova
By.puskesmat

Was’salamualaikum wrwb

Kategori:Uncategorized

Desember 28, 2011 Tinggalkan komentar
Kategori:Uncategorized

Desember 28, 2011 Tinggalkan komentar

Alexa Certified Traffic Ranking for http:// dinantataka.wordpress.com

Kategori:Uncategorized

November 24, 2011 Tinggalkan komentar

Kategori:Uncategorized

November 24, 2011 Tinggalkan komentar

Kategori:Uncategorized

hhhh

November 23, 2011 Tinggalkan komentar
Kategori:Uncategorized
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.